MINAHASA – Universitas Negeri Manado (UNIMA) menggelar Misa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sebagai ruang refleksi iman sekaligus penguatan nilai kemanusiaan di lingkungan akademik. Perayaan yang berlangsung di Training Center UNIMA, Kamis (8/1/2026),
Perayaan Misa Natal dan Tahun Baru kali ini mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan subtema “Dan di atas semuanya itu, kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang menyempurnakan dan mempersatukan.”
Misa dipimpin Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, dan dihadiri pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta keluarga besar UNIMA. Perayaan ini menjadi momentum penting untuk memaknai Natal tidak sekadar sebagai ritual keagamaan, melainkan sebagai panggilan menghadirkan kasih, kepedulian, dan solidaritas di tengah tantangan dunia pendidikan dan realitas sosial yang dihadapi bersama.
Mgr. Rolly Untu menekankan bahwa peristiwa Natal mengajarkan kesetaraan dan kemuliaan Allah yang hadir melalui kesederhanaan. Keselamatan, menurut dia, tidak dimulai dari hal-hal besar dan megah, melainkan dari keluarga dan tindakan-tindakan kecil yang dilandasi kasih.

“Allah menyatakan kemuliaan-Nya dengan turun ke dunia melalui keluarga. Dari hal-hal kecil itulah lahir sukacita, persekutuan, dan kesempurnaan hidup bersama,” ujar Mgr. Rolly.
Ia mengajak umat untuk terus memperluas makna Natal melalui kehadiran nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap, keputusan, dan karya yang mencerminkan nilai kasih. Natal, kata dia, bukan perayaan simbolik semata, melainkan panggilan untuk menjadi terang yang terus menyala di tengah kegelapan.
“Apakah masih ada ruang bagi Tuhan dalam hidup kita? Kita memulainya dari keluarga dan dari hal-hal sederhana. Terang itu bercahaya dalam kegelapan, dan tugas kitalah menjaga agar cahaya itu tetap hidup,” tuturnya.
Mgr. Rolly juga mengingatkan pentingnya menjaga makna sejati Natal dengan semangat Keep Christ in Christmas. Ia menegaskan bahwa perayaan Natal tidak berhenti pada kemeriahan lahiriah, tetapi diwujudkan dalam kesediaan membawa kasih dan sukacita kepada sesama.
“Kristus diutus untuk menyelamatkan manusia. Maka Natal harus dihidupi, bukan sekadar dirayakan,” katanya, seraya mengutip pesan kasih yang mempersatukan dalam Kolose 3 serta makna keselamatan dalam Yohanes 3:16.
Salah satu momen paling mengharukan terjadi ketika Mgr. Rolly Untu secara khusus memanjatkan doa bagi almarhumah Anthoineta Evia Maria Mangolo, serta mendoakan orang tua dan keluarga yang hadir dalam Misa. Doa tersebut menjadi simbol solidaritas dan penghayatan tema Natal sebagai kasih yang mempersatukan dalam duka dan pengharapan.
Perayaan Natal dan Tahun Baru ini sekaligus menjadi ruang refleksi bersama bagi civitas academica UNIMA, yang masih berada dalam suasana duka di penghujung tahun 2025.

Sementara itu, Rektor UNIMA Dr. Joseph Philip Kambey, SE., Ak., MBA, dalam sambutannya menegaskan bahwa tema Natal tahun ini relevan dengan kehidupan perguruan tinggi. Menurut dia, kasih merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan dan integritas institusi.
“Kita diingatkan untuk mengenakan kasih sebagai pengikat yang mempersatukan,” ujar Rektor.
Ia menekankan bahwa di tengah dinamika dan tantangan dunia pendidikan, persatuan menjadi kekuatan utama. Kasih, kata dia, mencegah civitas academica terjebak pada ego, kepentingan pribadi, maupun penyalahgunaan wewenang.
“Jika kasih sungguh dihidupi, tidak akan ada praktik saling menjatuhkan atau pelanggaran terhadap nilai dan aturan. Kasih menumbuhkan rasa saling memiliki dan tanggung jawab menjaga UNIMA sebagai rumah bersama,” katanya.
Rektor juga menyinggung kasih sebagai penyempurna di tengah keterbatasan manusia dan sistem. Menurut dia, kasih membuka ruang untuk saling mengoreksi, memperbaiki, dan bertumbuh bersama, termasuk dalam penegakan disiplin.
“Kasih tidak meniadakan ketegasan. Teguran yang jujur dan sanksi yang adil adalah bagian dari kasih yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Melalui momentum Natal dan Tahun Baru ini, Rektor mengajak seluruh civitas academica melakukan refleksi dan evaluasi diri, khususnya setelah UNIMA menghadapi peristiwa dukacita di akhir 2025.
“Dengan komitmen bersama, saya percaya UNIMA akan semakin unggul, maju, dan berintegritas. Kampus ini bukan hanya tempat transfer pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter,” katanya.
Di akhir sambutan, Rektor menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan civitas academica yang telah menyukseskan perayaan tersebut, seraya mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2026.

Ketua Panitia Perayaan Natal dan Tahun Baru UNIMA, Dr. Amstrong Sompotan, M.Si, menyampaikan terima kasih kepada Uskup Keuskupan Manado, pimpinan universitas, serta seluruh pihak yang terlibat.
“Perayaan ini kami rancang sebagai ruang kebersamaan dan refleksi bagi seluruh keluarga besar UNIMA. Kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan bermakna,” ujarnya.
Ia berharap nilai kasih, persatuan, dan kepedulian yang diwartakan dapat terus dihidupi dalam kehidupan kampus sehari-hari.
Perayaan semakin khidmat dengan pelayanan pujian dari Tim Chord Tri Dharma Wanita UNIMA yang dipimpin Ketua Dharma Wanita Persatuan UNIMA, Jeannet Ellen Kambey Kumaat.
Kehadiran unsur pimpinan universitas, senat, wakil rektor, kepala lembaga, hingga seluruh civitas academica menegaskan komitmen UNIMA menumbuhkan persatuan dan integritas dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
(Abner)






