Bolaang Mongondow — Dugaan praktik penimbunan BBM bersubsidi jenis solar kembali mencuat dan memicu keresahan publik. Kali ini, sebuah gudang yang berada di Desa Tungoi Satu, Kecamatan Lolayan, menjadi sorotan tajam masyarakat.
Warga Desa Tungoi Dua dan Desa Tungoi Satu mengaku telah lama mencurigai aktivitas di gudang tersebut.
Pasalnya, di lokasi itu diduga terdapat banyak drum besar berisi solar bersubsidi, yang dinilai tidak mencerminkan kebutuhan wajar masyarakat setempat.
“Jumlah tongnya sangat banyak. Ini bukan untuk kebutuhan biasa,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Menindaklanjuti informasi itu, awak media turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Dari hasil pantauan, gudang tampak tertutup rapat dan dijaga ketat, sehingga memunculkan dugaan adanya upaya membatasi akses dan pengawasan publik.
Sejumlah warga juga menyampaikan bahwa penjagaan gudang dilakukan oleh orang tertentu.
Berdasarkan keterangan warga, sosok bernama Wandy, yang disebut berasal dari Manado, diduga berada di lokasi dan ikut melakukan penjagaan.
Untuk keberimbangan informasi, awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada Wandy melalui pesan WhatsApp. Dalam pesan balasannya, Wandy menyampaikan pernyataan singkat:
“Yang jaga siapa pak?
Coba di kroscek lagi pak,
kesana jo cek.”
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari klarifikasi awal, namun belum menjelaskan secara rinci terkait aktivitas gudang maupun dugaan penimbunan solar bersubsidi yang disorot warga.
Keberadaan gudang tersebut tetap menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Solar bersubsidi sejatinya diperuntukkan bagi petani, nelayan, dan masyarakat kecil, bukan untuk disimpan dalam jumlah besar yang berpotensi disalahgunakan.
Warga menilai dugaan praktik ini berpotensi merugikan keuangan negara, memperparah kelangkaan BBM bersubsidi di lapangan, serta mencederai rasa keadilan sosial. Mereka mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk segera turun tangan.
Masyarakat meminta:
Pengecekan dan penyegelan lokasi
Penyelidikan asal-usul dan jalur distribusi solar
Penindakan tegas jika ditemukan pelanggaran hukum
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi berwenang terkait dugaan penimbunan solar bersubsidi tersebut.
Publik kini menunggu langkah konkret aparat. Transparansi dan ketegasan penegakan hukum dinilai penting agar tidak muncul dugaan pembiaran terhadap praktik yang merugikan masyarakat luas.
(Elin)*





