Skip to content

  • Home
  • Sulut
    • Pemprov
    • Manado
    • Minahasa
    • Minut
    • Minsel
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Olah raga
  • Parlemen
  • Politik
  • Bawaslu/KPU
  • Politik
  • Unima

Tingkatkan Inovasi Pembelajaran: Dosen FMIPAK UNIMA Dr Jeane Rende, Theresje Mandang MSi dan Dr Cory Pitoy Dampingi Guru dan Siswa SMA di Bitung Terapkan Model TED untuk Tingkatkan Berpikir Kritis

Abner Bawinto, 10/11/202528/11/2025

BITUNG – Tim dosen Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Kebumian (FMIPAK) Universitas Negeri Manado (UNIMA) melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa SMA melalui penerapan model pembelajaran berbasis TED (Tematik–Eksploratif–Demokratis). Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Jeane Cornelda Rende, M.Si., bersama anggota tim Dra. Theresje Mandang, M.Si., serta dosen Jurusan Pendidikan Matematika FMIPAK Dr. Cory Pitoy, MS.

Program PKM tersebut mengusung judul “Pendampingan Pembelajaran Berbasis TED dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA di Kota Bitung” dan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan pelaporan. Pendekatan terstruktur ini dirancang untuk memastikan implementasi pembelajaran berjalan efektif dan mampu memberikan dampak nyata bagi guru maupun siswa.

Ketua tim PKM, Dr. Jeane Cornelda Rende, menjelaskan bahwa tahap persiapan merupakan langkah penting untuk memetakan kebutuhan sekolah mitra. Tim melakukan analisis awal terhadap keterampilan berpikir kritis siswa dan kesiapan guru dalam mengadopsi model pembelajaran inovatif.

“Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih pasif dalam diskusi, sementara guru cenderung menggunakan metode ceramah. Karena itu, perangkat pembelajaran kami susun secara tematik dan kontekstual, dekat dengan kehidupan siswa di Bitung,” ujarnya.

Pendekatan TED memfasilitasi siswa untuk mengeksplorasi isu-isu nyata, seperti lingkungan pesisir, perikanan, digitalisasi, hingga potensi budaya lokal. Melalui pembelajaran yang bersifat demokratis, siswa diberi ruang lebih luas untuk bertanya, berdiskusi, dan mengemukakan gagasan.

Pada tahap pelaksanaan, model pembelajaran TED diterapkan secara langsung di kelas. Siswa terlibat dalam aktivitas tematik, eksploratif, serta diskusi demokratis yang dipandu guru dan didampingi mahasiswa.

Dalam kegiatan ini, siswa menghasilkan berbagai produk kolaboratif, mulai dari video edukasi, presentasi multimedia, hingga proyek analisis berbasis konteks lokal. Mahasiswa pendamping berperan membantu aspek teknis serta memfasilitasi dinamika kelompok.

“Kami melihat peningkatan signifikan dalam aktivasi siswa. Mereka lebih aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, dan memberikan pendapat,” tutur Dr. Rende saat diwawancarai Karyamedia.com, Senin (10/11/2025).

Pada tahap evaluasi, tim PKM melaksanakan pre-test dan post-test untuk mengukur perkembangan kemampuan berpikir kritis. Hasilnya, terdapat peningkatan skor rata-rata siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis TED.

“Selain peningkatan nilai, hasil observasi kami menunjukkan adanya perubahan perilaku belajar. Siswa menjadi lebih percaya diri, lebih terbuka dalam diskusi, dan lebih tertarik mengeksplorasi informasi,” tambah Dr. Rende.

Angggota Tim PKM, Dra. Theresje Mandang, M.Si., yang juga dosen Jurusan Pendidikan Fisika FMIPAK UNIMA menilai bahwa program ini turut memberikan manfaat bagi guru dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran yang lebih modern.

“Model TED mendorong guru berperan sebagai fasilitator. Suasana kelas menjadi lebih inklusif, partisipatif, dan siswa menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis yang terlihat jelas dari hasil evaluasi,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Tim PKM Dr. Cory Pitoy, MS.,yang juga dosen Jurusan Pendidikan Matematika FMIPAK UNIMA ini mengungkapkan bahwa kegiatan PKM ini juga menghasilkan sejumlah luaran nyata.

“Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa dan guru, tetapi juga menghasilkan publikasi media online, video edukasi pada kanal YouTube Jurusan Fisika, hingga artikel ilmiah yang akan diterbitkan pada jurnal terindeks Sinta,” ucapnya.

Program PKM juga melibatkan dua mahasiswa pendamping yang bertugas membantu pelaksanaan kegiatan dan memperoleh rekognisi mata kuliah sebanyak 6 SKS, mencakup mata kuliah Fisika Lingkungan, Pembelajaran Fisika Berbasis Lingkungan, dan Pengembangan Bahan Ajar.

Melalui kegiatan ini, UNIMA kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang aktif mendorong inovasi pembelajaran di sekolah-sekolah mitra. Penerapan model TED menjadi salah satu strategi untuk menjawab tantangan pendidikan di era teknologi dan informasi, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran sains yang lebih relevan, kritis, dan kontekstual.

Program ini diharapkan dapat berkelanjutan dan diperluas ke lebih banyak sekolah di Sulawesi Utara untuk memperkuat budaya belajar yang demokratis, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi. (Abner) 

Post Views: 318
Berita Pendidikan Unima Dosen Jurusan Pendidikan FisikaDr Jeane Cornelda Rende MSi.FMIPAK UnimaPKM

Navigasi pos

Previous post
Next post

Berita Terkini

  • Jembatan Miliaran Tak Bergerak: Kontraktor Lalai, PPK Hilang Kontak
  • Pekerjaan Rekonstruksi Ruas Jalan Pinogaluman–Dumoga Diduga Mangkrak, Proyek Jembatan Dinilai Tak Bergerak
  • Peringati HKN Ke-61, Pemkab Minahasa Gelar Beragam Kegiatan dan Tegaskan Komitmen Transformasi Kesehatan
  • UPTD Wilayah II Tuntaskan Pengendalian Tanaman Pinogaluman–Dumoga, Bukti Komitmen Pemprov di Tengah Efisiensi Anggaran
  • Pemdes Koreng Gandeng UPTD Puskesmas Tareran Gelar Posyandu
©2025 | WordPress Theme by SuperbThemes
Go to mobile version