MINAHASA – Universitas Negeri Manado (Unima) mengawali Tahun Kerja 2026 dengan menggelar Apel Kerja Perdana Civitas Akademika, Senin (5/1/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi internal untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun lingkungan kampus yang aman, berintegritas, serta berorientasi pada pencapaian kinerja institusional yang terukur.
Apel kerja diikuti oleh jajaran pimpinan universitas, pimpinan fakultas dan lembaga, dosen, tenaga kependidikan, serta unsur pendukung lainnya. Dalam kesempatan itu, pimpinan universitas menyampaikan sejumlah arahan strategis yang menjadi fokus Unima sepanjang tahun 2026.
Rektor Universitas Negeri Manado, Dr. Joseph Philip Kambey, SE., Ak., MBA, berhalangan hadir secara langsung karena tengah menjalankan tugas negara berupa penandatanganan kontrak kinerja berdampak Tahun 2026 di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Jakarta. Apel dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Akademik yang juga Pelaksana Harian Rektor, Prof. Dr. Mister Gideon Maru, M.Hum, selaku inspektur upacara.
Dalam arahannya, Prof. Gideon menegaskan pentingnya disiplin kinerja dan tanggung jawab seluruh unsur civitas akademika dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
“Seluruh target kinerja institusi yang telah ditetapkan harus dicapai secara sungguh-sungguh, profesional, dan berintegritas. Tahun 2026 menjadi fase penting untuk memastikan Unima terus bergerak maju dengan tata kelola yang semakin baik,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, pimpinan universitas juga mengajak civitas akademika melakukan refleksi atas peristiwa duka yang menimpa Unima di penghujung tahun 2025, yakni wafatnya seorang mahasiswa Program Studi PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP).
“Atas nama pimpinan dan seluruh civitas akademika, Universitas Negeri Manado menyampaikan duka cita yang mendalam. Kami mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” kata Prof. Gideon.
Sejalan dengan peristiwa tersebut, Unima menegaskan sikap institusional dengan menolak secara tegas segala bentuk pelecehan dan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Komitmen ini, menurut pimpinan universitas, merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan hukum perguruan tinggi dalam melindungi seluruh warganya.
“Unima berkomitmen menciptakan suasana akademik yang aman, kondusif, serta menjunjung tinggi nilai etika, hukum, dan kemanusiaan,” tegasnya.
Selain aspek keamanan kampus, Unima juga menekankan perannya sebagai ruang pembentukan karakter kebangsaan, penguatan nilai toleransi, kebhinekaan, serta semangat gotong royong, sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
Melalui Apel Kerja Perdana Tahun 2026 ini, Universitas Negeri Manado menegaskan tekad untuk terus berbenah dan melangkah maju sebagai perguruan tinggi negeri yang unggul, berdaya saing, dan bertanggung jawab secara sosial.
(Abner)






