Manado, E-karyamedia.com – Ribuan undangan dari berbagai lapisan masyarakat memadati Gedung Graha Gubernuran Bumi Beringin di Manado Kamis, (4/3/2026). Mereka berkumpul untuk menghadiri Perayaan 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay (Victory) di Provinsi Sulawesi Utara. Suasana hangat dan penuh syukur terasa sejak awal, merayakan perjalanan setahun masa bakti pasangan yang akrab disapa YSK-Victory ini.
Acara perayaan yang dikemas sederhana namun khidmat itu mengombinasikan tiga unsur utama: religius, pelestarian budaya, dan pemaparan kinerja. Rangkaian kegiatan diawali dengan Ibadah Syukur, sebuah momen refleksi untuk mengucapkan terima kasih atas penyertaan Tuhan selama 12 bulan pertama kepemimpinan mereka. Suasana khusyuk menyelimuti ruangan saat ribuan pasang mata menunduk, memanjatkan doa untuk kemajuan Sulawesi Utara ke depan.
Puncak dari prosesi syukur tersebut ditandai dengan momen simbolis ketika Gubernur Yulius Selvanus dan Wagub Victor Mailangkay, didampingi istri masing-masing, memasang dan meniup lilin berbentuk angka “1”. Tepuk tangan riuh rendah dari para undangan langsung membahana. Kehangatan suasana kian terasa dengan kehadiran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Utara di atas panggung, sebuah gambaran utuh sinergitas antara eksekutif, legislatif, dan aparat keamanan yang terjalin erat.
Setelah sesi inti, Graha Gubernuran berubah menjadi panggung seni. Gemulai tarian tradisional yang enerjik dan dentuman ritmis musik bambu, identitas budaya Sulawesi Utara yang tak terpisahkan, langsung mengisi ruangan. Para tamu yang duduk menikmati suguhan kesenian khas Bumi Nyiur Melambai itu, mulai dari alunan paduan suara yang harmonis hingga pembacaan puisi yang mengisahkan catatan emas kinerja selama setahun.
Dalam pidato refleksinya di tengah acara, Gubernur Yulius Selvanus yang didampingi wagub Victor Mailangkay lantas memaparkan sejumlah capaian strategis periode 2025-2026. Ia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara berhasil dipertahankan di atas angka lima persen. Capaian ini, menurutnya, ditopang oleh penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah seperti kelapa dan hasil perikanan.
Tak hanya di sektor ekonomi, pembangunan infrastruktur juga menjadi sorotan. Program percepatan perbaikan jalan provinsi dan optimalisasi fasilitas publik, khususnya di wilayah kepulauan Nusa Utara, diklaim berjalan sesuai target. Di bidang sosial, pemerintah meluncurkan program jaminan sosial bagi para pekerja rentan, berbarengan dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD) provinsi.
Sektor pariwisata yang sempat terpukul juga mulai bangkit. Lewat program revitalisasi destinasi wisata prioritas, Gubernur menyebut terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Tak lupa, ia membanggakan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, serta inovasi digitalisasi pelayanan publik yang berhasil memangkas birokrasi panjang.
Perayaan ini sekaligus menjadi wadah berkumpulnya para pemangku kepentingan daerah. Tampak hadir para pimpinan daerah dari 15 kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara, jajaran pejabat eselon di lingkungan pemerintah provinsi, serta para pimpinan partai politik pendukung. Kehadiran mereka semakin melengkapi mozaik dukungan terhadap kepemimpinan YSK-Victory.
Dukungan dari akar rumput juga tak kalah terlihat. Sejumlah tokoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), organisasi kemasyarakatan (ormas), serta tokoh agama turut memadati lokasi acara. Mereka hadir bukan sekadar sebagai tamu, melainkan simbol nyata bahwa kepemimpinan pasangan ini mendapat legitimasi dan dukungan kuat untuk melanjutkan visi “Sulut Maju dan Sejahtera dan Berkelanjutan”.
Di penghujung acara, Gubernur Yulius dalam sambutannya menyampaikan bahwa satu tahun pertama ini adalah fondasi. Ia menyadari masih ada banyak pekerjaan rumah dan tantangan yang menanti ke depan. Namun dengan sinergi yang telah terbangun antara pemerintah, aparat, dan seluruh elemen masyarakat, dirinya optimis Sulawesi Utara dapat menjadi barometer kemajuan di kawasan timur Indonesia.
Acara perayaan pun ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Alunan musik bambu kembali mengalun merdu, mengiringi canda tawa dan perbincangan hangat antarundang. Atmosfer yang tercipta adalah perpaduan sempurna antara perayaan yang merakyat, penuh kehangatan, namun tetap bermartabat, menandai langkah kokoh YSK-Victory memasuki tahun kedua kepemimpinan. (Josel)