MINAHASA – Semangat inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan hidup mewarnai pelaksanaan pelatihan pembuatan mesin pencacah dan biodigester biogas berbahan baku enceng gondok di Desa Ranomerut, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa, Selasa (11/11/2025).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara tim pengabdian masyarakat Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado (Unima) dan Pemerintah Desa Ranomerut, dengan tujuan mengatasi permasalahan limbah tanaman air sekaligus menyediakan sumber energi terbarukan bagi masyarakat.
Pelatihan berlangsung interaktif dan diikuti lebih dari 30 peserta yang terdiri atas tokoh masyarakat, kelompok tani, dan ibu rumah tangga. Peserta mendapatkan pembekalan teori serta praktik langsung mengenai pembuatan prototipe mesin pencacah dan biodigester sederhana, mulai dari proses pencacahan enceng gondok, pencampuran bahan, perakitan alat, hingga monitoring fermentasi untuk menghasilkan biogas siap pakai.
Menurut Dr. Herdy Dj. Liow, S.T., M.Eng., selaku tim pelaksana pelatihan, metode yang digunakan menekankan pada praktik langsung, diskusi kelompok, serta pembinaan berkelanjutan agar peserta mampu mengoperasikan dan mengembangkan teknologi tersebut secara mandiri.

“Kami melihat potensi besar enceng gondok yang sebelumnya dianggap limbah, kini dapat diubah menjadi sumber energi bersih yang bermanfaat. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan ini dapat diteruskan kepada generasi muda dan diadopsi oleh desa-desa lain di Minahasa,” ujar Dr. Liow.
Hasil pelatihan menunjukkan capaian yang menggembirakan. Prototipe biodigester yang dirakit peserta telah mulai memproduksi gas biogas setelah tiga minggu proses fermentasi, dan gas tersebut telah dimanfaatkan oleh warga untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Selain mengurangi pencemaran perairan, inovasi ini juga berkontribusi dalam penghematan biaya energi rumah tangga serta memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi tepat guna dan ramah lingkungan, yang dapat direplikasi di daerah lain dengan permasalahan serupa.
Pemerintah Desa Ranomerut menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan unit biodigester dalam skala lebih luas serta memasukkan program pengelolaan biogas sebagai bagian dari agenda pembangunan desa berkelanjutan.(Abner)






