Skip to content

  • Home
  • Sulut
    • Pemprov
    • Manado
    • Minahasa
    • Minut
    • Minsel
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Olah raga
  • Parlemen
  • Politik
  • Bawaslu/KPU
  • Politik
  • Unima

Hadapi Cuaca Ekstrem, DLH Manado Fokus pada Pemeliharaan dan Pencegahan Jangka Panjang

admin, 05/01/202626/01/2026

MANADO – Memasuki tahun 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado di bawah kepemimpinan Pontowuisang Kakauhe semakin mempertajam fokusnya dalam menciptakan kota yang berketahanan iklim. Berbekal pengalaman dan data dari tahun-tahun sebelumnya, dinas ini tidak hanya berkomitmen pada ruang hidup yang bersih dan hijau, tetapi juga pada upaya sistematis mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

Refleksi dari capaian tahun 2025 menjadi pijakan strategis. Sepanjang tahun lalu, DLH Kota Manado menangani total 923 pohon, yang meliputi pemangkasan rapi di sekitar kabel (645 pohon), pemangkasan rata tanah (255 pohon), dan penanganan 23 titik pohon tumbang di akhir tahun. Angka ini menunjukkan skala pekerjaan dan keseriusan dalam pemeliharaan ruang hijau kota.

Kakauhe menegaskan bahwa penanganan pohon, terutama di musim ekstrem, memerlukan proses yang hati-hati dan berjenjang, serta tidak bisa dilakukan secara instan menuruti semua permintaan masyarakat. “Pohon tumbang umumnya terjadi saat hujan deras dan angin kencang. Karena itu, diperlukan strategi jangka panjang dan sinergi multipihak untuk pencegahan,” ujarnya, menggarisbawahi pentingnya antisipasi.

Dalam strategi itu, peran serta masyarakat disebutkan sebagai pilar krusial. DLH terus mendorong warga untuk aktif melaporkan pohon yang dianggap berbahaya, menghindari parkir di bawah pohon besar saat cuaca buruk, serta berpartisipasi dalam pemangkasan mandiri sesuai Peraturan Daerah. Partisipasi ini diharapkan mempercepat identifikasi titik-titik rawan di seluruh penjuru kota.

Inovasi teknologi tetap menjadi andalan untuk meningkatkan efisiensi. Di tahun 2026, DLH berupaya menyempurnakan sistem pelaporan dan monitoring digital, memudahkan warga melaporkan kondisi pohon atau masalah lingkungan, sekaligus memantau respons dan penanganan dari dinas secara lebih transparan dan real-time.

Di lapangan, tantangan operasional tetap ada. Proses pemangkasan di ruas jalan raya memerlukan kehati-hatian ekstra agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas. Kakauhe juga mengingatkan bahwa risiko bukan hanya pada pohon tua. “Pohon yang masih muda tetapi posisinya sudah miring sangat berpotensi tumbang. Ini yang perlu terus dipantau,” jelasnya.

Untuk itu, Kadis berharap koordinasi dengan instansi terkait, seperti BPBD, Dinas PUPR, dan Perusahaan Listrik, dapat semakin ditingkatkan. Sinergi ini dinilai penting untuk merespon cepat kejadian tumbang akibat bencana cuaca, sehingga penanganan bisa lebih terintegrasi dan efektif dalam meminimalisir dampak yang lebih luas.

Ke depan, komitmen DLH Kota Manado tetap teguh: rutin melakukan perawatan dan penanganan preventif terhadap pohon berisiko di ruang publik. Dengan kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat, di tahun 2026 diharapkan Kota Manado tidak hanya lebih hijau, tetapi juga lebih aman dan siap menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang semakin nyata. (JS)

 

Manado

Navigasi pos

Previous post
Next post

Berita Terkini

  • INAKOR SULUT: DEMI ASTA CITA, RENCANA TUKAR GULING JALAN NASIONAL HARUS TERBUKA, JANGAN SAMPAI PICU KETIDAKPERCAYAAN PUBLIK
  • Wiau Lapi Wakili Kecamatan Tareran, Siap Rebut Juara di Epdeskel Minsel
  • Jaga Ketahanan Pangan, Bumdes IGGI Desa Koreng Sukses Kembangkan Usaha Ternak Babi dengan Pola Panen Bertahap
  • Puluhan Massa BMR Turun ke Istana, Desak Prabowo Cabut Moratorium DOB
  • Meski Terkendala Jaringan, Siswa Kelas VI SD Inpres Kaneyan Sukses Ikuti TKA
©2026 | WordPress Theme by SuperbThemes