E-Karyamedia.com, Minahasa Selatan – Komitmen mendukung program pemerintah dalam percepatan pencegahan stunting kembali ditunjukkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Selatan, Noni Alce Luisye Singal, SE, dengan menjadi orang tua asuh bagi sejumlah balita dari keluarga kurang mampu di Desa Kaneyan, Kecamatan Tareran.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Kaneyan, Senin (27/7/2026), dihadiri pemerintah desa, para orang tua balita, serta didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Desa Kaneyan, Feny G.H. Umboh, S.Th.
Dalam kegiatan tersebut, Luisye Singal menyerahkan bantuan berupa susu formula, popok bayi (pampers), dan telur kepada sejumlah balita sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan gizi anak sejak usia dini. Upaya ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam menekan angka stunting yang masih menjadi perhatian nasional. Pencegahan stunting menekankan pemenuhan gizi yang baik pada masa awal kehidupan anak, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Luisye Singal mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian sosial terhadap masa depan generasi penerus bangsa.

“Anak-anak adalah investasi masa depan. Melalui kepedulian bersama, kita ingin memastikan mereka tumbuh sehat, kuat, dan terhindar dari stunting. Saya berharap bantuan sederhana ini dapat meringankan beban keluarga sekaligus memotivasi semua pihak untuk bersama-sama memperhatikan kesehatan dan gizi balita,” ujar Luisye Singal.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta berbagai pihak lainnya untuk terus bergandengan tangan mendukung program pencegahan stunting melalui edukasi, pemenuhan gizi, dan pendampingan kepada keluarga yang membutuhkan.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Desa Kaneyan, Feny G.H. Umboh, S.Th, mengapresiasi kepedulian Anggota DPRD Minsel tersebut. Menurutnya, kehadiran orang tua asuh bagi balita menjadi motivasi bagi masyarakat untuk semakin peduli terhadap tumbuh kembang anak.
Kegiatan berlangsung penuh keakraban dan disambut antusias oleh para orang tua balita yang hadir. Diharapkan, kolaborasi antara pemerintah, wakil rakyat, dan masyarakat dapat memperkuat upaya menekan angka stunting sekaligus mewujudkan generasi Minahasa Selatan yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
