Karate Minsel Bangkit! 3 Dojo Baru INKADO Lahir dalam 7 Bulan, Sulta-Tareran Jadi Gudang Bibit Atlet

IMG20260902180154

MINAHASA SELATAN, E-Karyamedia.com — Semangat pembinaan olahraga karate di Kecamatan Tareran kembali menunjukkan geliatnya. Sebuah dojo baru resmi lahir di Desa Tumaluntung, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan, dengan nama Dojo INKADO Wanua Tumaluntung Raya.

Dojo yang berlokasi di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Tumaluntung tersebut resmi dibuka pada Rabu, 2 September 2026, oleh Hukum Tua Desa Tumaluntung, Noldie Sendow.

Kehadiran dojo baru ini menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki minat terhadap olahraga karate sekaligus ingin mengembangkan kedisiplinan, mental, karakter dan prestasi melalui olahraga bela diri.

Pada pembukaan perdana tersebut, sebanyak 25 kohai baru secara resmi mengikuti arahan sekaligus latihan perdana yang dipimpin langsung oleh Senpai Jerry Runtuwene, yang juga menjabat sebagai Ketua Keluarga Sabuk Hitam (KSH) Kabupaten Minahasa Selatan.

Suasana latihan berlangsung penuh semangat. Para kohai diperkenalkan dengan dasar-dasar latihan karate, kedisiplinan dalam dojo, tata sikap serta pentingnya membangun mental yang kuat sejak awal.

Bagi Senpai Jerry Runtuwene, lahirnya Dojo INKADO Wanua Tumaluntung Raya bukan sekadar bertambahnya tempat latihan karate. Lebih dari itu, dojo diharapkan menjadi ruang pembinaan generasi muda agar memiliki karakter yang kuat.

Menurutnya, karate tidak hanya berbicara mengenai kemampuan fisik maupun teknik bertarung, tetapi juga tentang bagaimana seorang karateka membentuk disiplin, rasa hormat, tanggung jawab dan mental pantang menyerah.

“Karate bukan hanya soal teknik dan kekuatan fisik. Yang paling utama adalah pembentukan karakter, disiplin dan mental. Kami berharap dojo ini bisa menjadi tempat anak-anak muda belajar, berkembang dan kelak mampu membawa nama baik desa maupun Kecamatan Tareran,” ujar Senpai Jerry Runtuwene.

Ia pun mengapresiasi antusiasme 25 kohai yang mengikuti latihan perdana. Menurutnya, jumlah tersebut menjadi modal awal yang baik untuk membangun sebuah dojo yang aktif dan berkelanjutan.

Pemdes Tumaluntung Apresiasi Lahirnya Dojo Baru

Sementara itu, Hukum Tua Desa Tumaluntung Noldie Sendow menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Dojo INKADO Wanua Tumaluntung Raya.

Menurutnya, pemerintah desa menyambut baik setiap kegiatan positif yang dapat memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus menjauhkan mereka dari berbagai kegiatan negatif.

“Kami dari Pemerintah Desa Tumaluntung sangat mengapresiasi dengan adanya dojo ini. Ini merupakan wadah yang positif bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan bakat, kedisiplinan dan prestasi,” kata Noldie Sendow.

Ia berharap keberadaan dojo tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Tumaluntung, tetapi juga dapat menjadi wadah bersama bagi desa-desa di sekitar.

“Harapan kami dojo ini bisa berkembang dan menjadi tempat pembinaan bagi generasi muda, bukan hanya dari Tumaluntung, tetapi juga dari desa-desa sekitar,” tambahnya.

Terbuka Bagi Warga Empat Desa

Menariknya, Dojo INKADO Wanua Tumaluntung Raya tidak hanya diperuntukkan bagi warga Desa Tumaluntung.

Masyarakat dari Desa Tumaluntung Satu, Desa Koreng dan Desa Kaneyan yang memiliki hobby serta minat terhadap olahraga karate dipersilakan untuk bergabung dan mengikuti proses latihan.

Dengan dibukanya dojo baru ini, diharapkan akan semakin banyak generasi muda di wilayah tersebut yang memiliki kesempatan untuk mengenal karate secara lebih dekat dan mendapatkan pembinaan secara terarah.

Kehadiran Dojo INKADO Wanua Tumaluntung Raya sekaligus menambah warna dalam geliat pembinaan karate di Kecamatan Tareran. Sebelumnya, pembinaan terhadap para kohai di wilayah Tareran juga terus mendapat perhatian dari jajaran KSH INKADO Sulawesi Utara, termasuk melalui latihan dan pembinaan teknik di Dojo Tareran United.

Dari BPU Desa Tumaluntung, langkah pertama itu pun dimulai.

25 kohai menjadi angkatan perdana. Satu dojo baru berdiri. Dan dari tempat inilah diharapkan lahir karateka-karateka muda yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga kuat dalam karakter, disiplin dan semangat untuk berprestasi.

(Redaksi)