Angdew Luisye Singal Gelar Reses. Serap Aspirasi Masyarakat Desa Popareng
Minsel, e-karyamedia.com — Aspirasi masyarakat kembali digali dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Selatan, Noni Alce Luisye Singal, SE, yang digelar di Desa Popareng, Kecamatan Tatapaan, Jumat (4/9/2026).
Reses yang dikemas dalam bentuk dialog interaktif tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Dari sejumlah aspirasi yang disampaikan, sedikitnya ada tiga persoalan yang dinilai paling mendesak dan diharapkan dapat diperjuangkan melalui lembaga legislatif.
Persoalan pertama menyangkut kondisi jalan menuju Desa Wawona yang mengalami kerusakan. Bagi masyarakat, jalur tersebut bukan sekadar akses penghubung antardesa, tetapi juga menjadi salah satu urat nadi aktivitas pertanian karena digunakan masyarakat untuk menuju berbagai lahan perkebunan.
Perbaikan infrastruktur jalan dinilai sangat penting untuk menunjang mobilitas masyarakat, terlebih bagi para petani yang setiap hari memanfaatkan akses tersebut untuk mengangkut hasil pertanian.
Selain infrastruktur, masyarakat juga menyoroti persoalan status Desil, yakni pengelompokan atau strata ekonomi masyarakat yang menjadi salah satu basis dalam penentuan penerima berbagai program bantuan sosial.
Masyarakat menilai masih terdapat ketidaksesuaian antara kondisi ekonomi warga dengan data yang tercatat dalam sistem.
“Perlu dikaji kembali persoalan tersebut, karena banyak masyarakat yang justru berhak mendapatkan bantuan sosial, namun karena salah data akhirnya tidak menerima bantuan,” tegas Eldat Agama, salah seorang tokoh masyarakat.
Aspirasi lainnya berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga kini disebut belum dirasakan oleh sebagian masyarakat, khususnya anak-anak sekolah di Desa Popareng.
“Torang pe anak sekolah sampai saat ini belum pernah rasa itu program MBG, ndak tau kapan,” ujar Nen Lonteng, menyampaikan keresahan masyarakat.
Tiga persoalan tersebut kemudian menjadi perhatian serius dalam dialog reses. Masyarakat berharap kehadiran wakil rakyat tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menjadi jembatan untuk menyuarakan kebutuhan mereka kepada pemerintah dan instansi terkait.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Noni Luisye Singal menyatakan dirinya akan membawa dan meneruskan apa yang menjadi harapan masyarakat kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan.
“Saya tidak berjanji, namun apa yang disampaikan dan menjadi harapan masyarakat akan saya upayakan dan berusaha semampu saya. Doakan agar harapan ini dapat ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang berkewenangan,” ujarnya.
Bagi masyarakat Popareng, reses tersebut menjadi momentum penting untuk menyampaikan persoalan yang selama ini mereka hadapi. Mulai dari akses jalan pertanian, ketepatan data penerima bantuan sosial hingga pemerataan program MBG, semuanya diharapkan mendapat perhatian dan solusi nyata dari pemerintah.
*(yhou)
