Jejak Solar Sagerat: Siapa Pemain Di Balik Rantai Distribusi? Nama Rinaldy Ibrahim Disebut, Polres Bitung Didorong Telusuri hingga ke Hulu

foto A

BITUNG — Truk tangki keluar-masuk. Solar disebut datang dari sejumlah titik, masuk ke kawasan Sagerat Weru, Kecamatan Matuari, sebelum kembali diangkut menuju sejumlah wilayah di Sulawesi Utara.

Informasi itu memunculkan pertanyaan yang lebih besar dari sekadar siapa pengemudinya.

Siapa yang memasok? Siapa yang menguasai? Siapa yang mengatur pengangkutan? Dan siapa yang menerima keuntungan?

Dalam informasi yang berkembang, nama Rinaldy Ibrahim disebut berkaitan dengan dugaan aktivitas distribusi solar tersebut. Namun penyebutan nama bukan bukti keterlibatan dalam tindak pidana. Posisi dan perannya masih harus diverifikasi melalui pemeriksaan dan bukti yang sah.

BUKAN SEKADAR SOAL TRUK

Jika benar terdapat aktivitas penampungan dan pemindahan solar di Sagerat, aparat perlu menelusuri seluruh rantainya:

Sumber BBM → pembelian → pengangkutan → lokasi penampungan → armada tangki → penerima akhir → aliran uang.

Setiap mata rantai seharusnya meninggalkan jejak: dokumen pembelian, surat jalan, identitas kendaraan, perusahaan pengangkut, izin lokasi, hingga bukti transaksi.

Dari situlah dapat diketahui apakah aktivitas tersebut merupakan distribusi yang sah atau terdapat pola penyalahgunaan.

JANGAN BERHENTI PADA SOPIR

Pertanyaan pentingnya bukan hanya siapa yang mengemudikan truk, tetapi siapa yang memberikan perintah dan siapa yang memperoleh keuntungan.

Jika ditemukan pelanggaran, pemeriksaan semestinya tidak berhenti pada pekerja lapangan. Rantai pasok, pemilik atau pengguna armada, perusahaan, pemasok, penerima, hingga aliran pembayaran perlu ditelusuri.

Sebaliknya, jika seluruh aktivitas ternyata legal, hasil pemeriksaan juga perlu dibuka agar dugaan yang beredar tidak berubah menjadi vonis di ruang publik.

KINERJA POLRES BITUNG DITUNGGU

Kinerja pimpinan Polres Bitung menjadi momentum untuk menjawab dugaan tersebut secara profesional.

Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H. diharapkan tidak hanya memeriksa apa yang terlihat di lapangan, tetapi mengikuti jejak distribusinya sampai ke sumber dan penerima akhir.

Sebab yang ingin diketahui publik bukan sekadar:

“Truk itu milik siapa?” Melainkan: “Siapa yang mengendalikan seluruh rantai?”

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi Polres Bitung yang mengonfirmasi dugaan tersebut maupun klarifikasi dari Rinaldy Ibrahim.

Media membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada Rinaldy Ibrahim serta pihak perusahaan terkait.

Jika legal, buktikan dengan dokumen. Jika ilegal, telusuri sampai ke akar.

(Redaksi)