MINAHASA – Universitas Negeri Manado (UNIMA) kembali menambah deretan guru besar. Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat (FIKKM) UNIMA, Dr. Fredrik Alfrets Makadada, M.Kes., AIFO, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar (Profesor) dalam sidang senat terbuka yang digelar di Training Center UNIMA, Jumat (13/3/2026).
Selain Fredrik Alfrets Makadada, UNIMA juga mengukuhkan empat guru besar lainnya, yakni Prof. Dr. Roeth A. O. Najoan, M.Pd., Prof. Dr. Dra. Elisabeth Z. Oroh, M.Hum., Prof. Dr. Fredrik D. Sumarauw, M.Kes., AIFO, dan Prof. Dr. Sherly F. Lensun, S.Pd., M.Pd.
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat dalam sidang senat terbuka yang dipimpin Ketua Senat UNIMA Prof. Dr. Herry Sumual, M.Si., didampingi Sekretaris Senat Prof. Dr. Beatrix Jetje Podung, M.Kes., serta dihadiri seluruh anggota senat universitas.

Rektor UNIMA Joseph Kambey dalam sambutannya menegaskan bahwa pengukuhan para profesor tersebut menjadi bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat kualitas akademik, penelitian, serta kontribusi keilmuan bagi kemajuan pendidikan dan masyarakat.
“Pengukuhan guru besar ini merupakan wujud komitmen UNIMA dalam meningkatkan kualitas akademik, memperkuat penelitian, serta memperluas kontribusi keilmuan bagi masyarakat,” ujar Kambey.
Sementara itu, Prof. Fredrik Alfrets Makadada menyampaikan rasa syukur atas pencapaian akademik yang diraihnya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut dipersembahkan sebagai bentuk pengabdian melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Semua ini berasal dari Tuhan Yesus dan saya kembalikan untuk kemuliaan Tuhan Yesus melalui pengabdian dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Makadada saat diwawancarai, Sabtu (14/3/2026).

Dalam pengukuhannya sebagai guru besar, Makadada memaparkan karya ilmiah berjudul “Kepelatihan Olahraga Berbasis Sumber Daya Manusia, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi: Membangun Jembatan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Melalui gagasan tersebut, ia menaruh harapan besar agar FIKKM UNIMA dapat berkembang menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kepelatihan olahraga, olahraga pendidikan, serta olahraga rekreasi.

“Ke depan, kami ingin menjadikan FIKKM sebagai pusat pengembangan IPTEK di bidang kepelatihan olahraga, olahraga pendidikan, dan olahraga rekreasi,” katanya.
Ia juga berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi para dosen muda di lingkungan UNIMA, khususnya di FIKKM, untuk terus meningkatkan kualifikasi akademik hingga meraih jabatan guru besar.
“Saya mengajak dan memotivasi para dosen muda serta dosen yang sudah bergelar doktor dan lektor kepala agar segera mengusulkan guru besar. Ini merupakan hak setiap dosen yang telah memenuhi persyaratan,” ujarnya.
(Abner)






