Skip to content

  • Home
  • Sulut
    • Pemprov
    • Manado
    • Minahasa
    • Minut
    • Minsel
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Olah raga
  • Parlemen
  • Politik
  • Bawaslu/KPU
  • Politik
  • Unima

Perdana! Plt Rektor Unima Dr Chatarina Muliana MH Kukuhka 2 Guru Besar dan Luluskan 635 Wisudaan

Abner Bawinto, 12/12/202416/12/2024

MINAHASA – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar sidang terbuka senat dalam rangka pengukuhan guru besar dan prosesi wisudawan program sarjana dan magister pada semester ganjil tahap II tahun akademik 2024/2025.

Acara tersebut awali dengan pembacakan Surat Keputusan Senat Universitas oleh Sekertaris Senat Unima, Prof. Dr. Beatrix Jetje Podung, M.Kes, AIFO., dan dilanjutkan dengan pembukaan oleh Ketua Senat Unima, Prof. Dr. Herry Sumual, M.Si,. yang bertempat di Gendung Auditorium Walanda Maramis, kamis (12/12/2024).

Kemudian, Rektor Unima Dr. Chatarina Muliana, S.H.. S.E.. M.H., mengukuhkan dua guru besar yakni Prof. Dr. Tellma Monna Tiwa, M.Si (Guru Besar dalam Bidang IImu Manajemen Pendidikan Psikologi Pada Fakultas IImu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Manado) dan Prof. Dr. Ruth Umbase, M.Hum (Guru Besar dalam Bidang IImu Manajemen Pendidikan IPS Pada Fakultas IImu Sosial dan Hukum).

Dilanjutkan dengan prosesi wisuda yang ditandai dengan pemindahan kucir 635 wisudaan oleh Rektor Unima Dr. Chatarina Muliana, S.H.. S.E.. M.H., sekaligus penyerahan ijazah oleh Direktur Pascasarjana dan Dekan-dekan di seluruh Fakultas di Unima.

Dalam sambutannya, Rektor Unima Dr. Chatarina Muliana, S.H.. S.E.. M.H., menyapa kedua guru besar yang baru saja dikukuhkan, para wisudan dan keluarga serta tamu undangan yang hadir.

“Para guru besar yang baru dikukuhkan hari ini semoga mampu menjadi garda terdepan dalam pengembangan kemajuan bangsa yang kita cintai melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi, aktif dalam menghasilkan riset. Selanjutnya, izinkan saya menyapa para wisudawan kebanggaan Unima, yang saat ini sedang diliputi rasa suka cita dengan mengenakan toga wisuda sebagai tanda kelulusan,” ujar Chatarina.

Plt Rektor Unima menambahkan bahwa, pengukuran guru besar adalah momentum yang sangat membanggakan sebab gelar Profesor tidak hanya merupakan puncak prestasi akademik tetapi juga amanah besar untuk dijalankan.

“Hari ini adalah bukti dari kerja keras, dedikasi dan ketekunan saudari selama bertahun-tahun di lingkungan akademik Unima. Kedua Profesor ini telah berhasil menyelesaikan suatu babak dalam kehidupan, namun ini juga adalah awal dari babak baru yang penuh tantangan,” tambahnya.

Selain itu, Plt Rektor Unima juga berpesan kepada 635 wisudawan untuk memeluk orang tua dan keluarganya karena pencapaian hari ini karena kerja keras dan doa orang tua dan keluarga.

“Pesan saya terakhir kepada seluruh wisudawan, setelah acara wisuda ini, ucapkanlah terima kasih dengan penuh cinta kepada orang tua dan keluarga yang telah berkorban hingga saudara bisa wisuda hari ini. Peluklah orang tua dan keluarga saudara-saudari, ingatlah bahwa keberhasilan kalian bukanlah karena upaya saudara-saudari semata tetapi juga berkat kerja keras dan doa orang tua karena rasa cinta orang tua dan keluarga kepada saudara-saudari. Pengorbanan mereka akan terbalaskan dengan kesuksesan saudara-saudari,” pesan Chatarina.

“Dan atas nama segenap pimpinan Unima, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Prof. Dr. Tellma Monna Tiwa, M.Si dan Prof. Dr. Ruth Umbase, M.Hum serta 635 wisudawan atas keberhasilan saudara-saudari dalam gelar tertinggi dibidang akademik dan juga menyelesaikan pendidikan program sarjana danmagister,” tandasnya. (Abner)

Post Views: 3,553
Berita Minahasa Unima Pengukuhan guru besarPlt Rektor UnimaUniversitas Negeri ManadoWisuda

Navigasi pos

Previous post
Next post

Berita Terkini

  • Pendeta Jadi Santa Claus, Jemaat GMIM Zebaoth Wanea Manado Maknai Natal 2025 dengan Berbagi Bansos untuk Anak-anak Panti Asuhan MANADO – Jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Zebaoth Wanea, Manado, memaknai perayaan Natal Yesus Kristus Tahun 2025 dengan cara yang berbeda dan sarat nilai kemanusiaan. Natal kali ini diwujudkan melalui aksi nyata berbagi kasih kepada anak-anak jemaat dan anak-anak panti asuhan. Melalui kerja sama Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Zebaoth Wanea dan Panitia Hari Raya Gereja, jemaat menggelar kegiatan Santa Claus berbagi hadiah Natal kepada anak-anak, yang kemudian dilanjutkan dengan bakti sosial ke Panti Asuhan Wale Ne Oki, Kota Tomohon, Sabtu (13/12/2025). Selain menghadirkan sukacita Natal bagi anak-anak jemaat, rombongan juga menyalurkan bantuan sosial berupa beras, minyak goreng, dan gula kepada anak-anak panti asuhan sebagai wujud kepedulian dan solidaritas sosial. Ketua BPMJ GMIM Zebaoth Wanea, Pendeta Thomas Ompi, M.Th, yang tampil langsung sebagai Santa Claus sekaligus memimpin rombongan bakti sosial, menegaskan bahwa esensi Natal terletak pada sikap memberi dan mengasihi sesama. “Makna Natal yang sesungguhnya adalah memberi. Karena itu, di Tahun 2025 ini, Jemaat GMIM Zebaoth Wanea diajak untuk memaknai Natal tidak hanya melalui ibadah, tetapi juga melalui tindakan nyata berbagi kasih kepada anak-anak dan mereka yang membutuhkan,” ujar Pdt. Thomas. Ia menambahkan, pendekatan yang humanis dan penuh kasih diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai kekristenan sejak dini kepada anak-anak, tanpa menimbulkan rasa takut. Sementara itu, Panitia Hari Raya Gereja yang diwakili Penatua Naomi Nggadas, S.Si-Teol, M.Si, selaku Seksi Acara dan Kegiatan sekaligus Penatua Komisi Anak, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang berdasarkan refleksi mendalam tentang kasih Kristus. “Yesus sangat mengasihi anak-anak. Karena itu, fokus kegiatan Natal kami arahkan kepada anak-anak, baik melalui kunjungan Santa Claus kepada anak-anak jemaat maupun bakti sosial ke Panti Asuhan Wale Ne Oki Tomohon,” jelasnya. Respons positif datang dari para orang tua. Claudia Mokansi, salah satu orang tua anak, mengaku terkesan dengan pendekatan yang dilakukan jemaat. Menurutnya, kehadiran Santa Claus yang diperankan langsung oleh pendeta menghadirkan pesan moral yang kuat dan penuh keteladanan. “Pesan-pesan kekristenan yang disampaikan terasa lebih dalam, tidak menakutkan, dan penuh kasih. Anak-anak sangat senang, sekaligus termotivasi untuk bertumbuh menjadi pribadi yang baik,” tuturnya. Apresiasi juga disampaikan Kepala Panti Asuhan Wale Ne Oki Tomohon, Pendeta Angels Rembet-Walujan, M.Th. Ia menyebut bantuan yang diberikan sangat berarti bagi keberlangsungan kebutuhan anak-anak panti. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian Jemaat GMIM Zebaoth Wanea. Bantuan berupa beras, minyak goreng, dan gula ini sangat membantu dan dapat mencukupi kebutuhan anak-anak panti untuk beberapa bulan ke depan,” ungkapnya. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pelayan khusus dan perangkat jemaat, di antaranya Sekretaris Jemaat Steven S. N. Rogahang, S.Si-Teol, M.Si; Bendahara Jemaat Diaken Delvi Manahampi-Kobis; Ketua Komisi PKB Pnt. Yusak Yanis; Ketua Komisi WKI Pnt. Sela Tampil-Wowor; serta Ketua Panitia Meylce Maleke-Kairupan. Hadir pula Ketua Lansia Fien Monintja-Lensun, Ketua KPDP Sonya Sangi-Kaligis, Kostor Jemaat Waluyo Supriyadi, Tim Medis Jemaat Nova Wakum, S.Kep., Ns., serta para guru Sekolah Minggu. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana penuh sukacita, kekhidmatan, dan kebersamaan, menegaskan bahwa Natal bukan hanya dirayakan, tetapi dihidupi melalui kasih yang nyata. (Abner)
  • Menjelang Natal dan Tahun Baru, Polres Bolmong Diminta Awasi Ketat Distribusi Bahan Pokok dan Gas LPG 3 Kg
  • Wabup Sarundajang Minta Pendampingan Kemenkes untuk Modernisasi RSUD Tondano
  • Kapolres Minsel Resmikan Ruang Ramah Anak, Ruang SPKT, dan Restorative Justice Polsek Tareran
  • Dharma Wanita Persatuan Minahasa Rayakan HUT ke-26, Tekankan Peran Strategis Ibu untuk Indonesia Emas 2045
©2025 | WordPress Theme by SuperbThemes
Go to mobile version