Bolmong, E-Karyamedia.com – Safari Ramadan Gubernur Sulawesi Utara di Kabupaten Bolaang Mongondow tahun ini berlangsung dalam balutan suasana religius yang mendalam. Rombongan yang dipimpin Gubernur Yulius Selvanus Komaling beserta istri, Ketua TP-PKK Provinsi Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus, tiba di Pesantren Al-Hidayah saat menjelang waktu berbuka. Kesyahduan Ramadan terasa sejak pertama kaki melangkah memasuki lingkungan pondok, di mana derap langkah para pejabat berpadu dengan lantunan ayat suci yang menggema dari pengeras suara. Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi bersama Wakil Bupati Dony Lumenta telah bersiap di barisan terdepan, menyambut tamu kehormatan dengan jabat erat penuh keakraban.
Kunjungan yang berlangsung Senin, (9/3/2026), itu menjadi momentum istimewa bagi seluruh elemen masyarakat di Desa Tadoy, Kecamatan Bolaang Timur. Ratusan santri dengan peci dan sarung khas pesantren berjajar rapi di sepanjang jalan setapak, melambai-lambaikan tangan kecil mereka sembari melantunkan shalawat. Di belakang mereka, para pengasuh pondok dan tokoh masyarakat setempat turut larut dalam kebahagiaan melihat langsung kepedulian pemimpin tertinggi di Bumi Nyiur Melambai terhadap perkembangan pendidikan agama di daerah pelosok.
Bupati Yusra Alhabsyi, dalam sambutannya di hadapan para tamu dan jamaah, menyampaikan rasa syukur atas intensitas kunjungan Gubernur ke wilayahnya. Ia menilai bahwa kehadiran orang nomor satu di Sulut ini hampir setiap waktu membuktikan adanya hubungan emosional yang kuat antara pemerintah provinsi dengan kabupaten. “Perhatian beliau terhadap Bolaang Mongondow sangat besar,” ujar Yusra dengan nada haru, didampingi sang wakil bupati yang juga tampak antusias mendampingi rombongan.
Wakil Bupati Dony Lumenta menambahkan, sinergi antara Pemkab Bolmong dan Pemprov Sulut selama ini telah berjalan sangat harmonis. Ia melihat kolaborasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan telah menyentuh berbagai sektor, termasuk di dalamnya pengembangan sumber daya manusia berbasis keagamaan. Menurutnya, pesantren-pesantren di Bolmong kini mulai mendapat angin segar berkat perhatian serius yang diberikan oleh pemerintah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Di tengah acara, Gubernur Yulius Selvanus SE, berdialog langsung dengan para santri dan pengurus pondok. Dalam obrolan santai namun sarat makna itu, para santri duduk bersimpuh di lantai masjid, menyimak setiap pesan yang disampaikan oleh gubernur tentang pentingnya menjaga akhlak dan kedisiplinan. Suasana khidmat semakin terasa ketika para santri dengan malu-malu namun penuh semangat menyampaikan rasa terima kasih mereka atas perhatian yang diberikan.
Salah satu momen paling mengharukan terjadi saat perwakilan pengurus pesantren menyampaikan aspirasi mereka. Dengan suara bergetar, mereka memohon dukungan untuk pembangunan asrama putri yang hingga kini masih sangat membutuhkan perhatian. Keterbatasan fasilitas itu menjadi penghambat bagi santriwati yang ingin lebih fokus menimba ilmu di bulan suci. Gubernur mendengarkan dengan saksama, sesekali mengangguk dan mencatat poin-poin penting yang disampaikan.
Menanggapi hal tersebut, gubernur memberikan respons positif dan berjanji akan menindaklanjuti kebutuhan itu sesuai dengan kapasitas anggaran daerah. Ia meyakinkan bahwa pendidikan berbasis pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang berkarakter kuat dan berlandaskan nilai-nilai agama. Para pengurus pesantren pun tampak lega, wajah-wajah penuh harap itu kini berseri-seri mendapat kepastian perhatian dari pemimpin daerah.
Plh Sekprov Sulut Denny Mangala, yang turut hadir dalam rombongan, tampak sibuk berkoordinasi dengan para pimpinan OPD terkait agar aspirasi warga pesantren dapat segera direalisasikan. Kehadiran jajaran Forkopimda seperti Kapolres Bolmong Lido Ratri Antoro dan Dandim 1303/Bolmong Manase Lomo juga menambah kekhidmatan acara. Mereka larut dalam kebersamaan, duduk berdampingan dengan masyarakat, menikmati hidangan berbuka puasa sederhana namun penuh berkah.
Kegiatan Safari Ramadan ini pun diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah seorang kiai sepuh di pesantren tersebut. Suara lirih doa yang dipanjatkan menggema di ruangan, memohon keberkahan bagi pemimpin dan seluruh masyarakat Sulawesi Utara. Setelah doa usai, gubernur, bupati, serta seluruh tamu undangan bersalam-salaman dengan para santri dan warga, melepas rindu dalam balutan ukhuwah Islamiyah yang hangat di bulan penuh ampunan ini. (Josel)