JAKARTA — Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli U18 yang berlangsung di Jakarta pada 2–9 Mei 2026 menjadi panggung penting bagi lahirnya talenta-talenta muda Indonesia. Ajang yang digelar di GOR Pasar Minggu, GOR Voli Ragunan, dan GOR Bulungan itu diikuti 40 tim putri serta 39 tim putra dari berbagai daerah di Indonesia.
Di tengah persaingan ketat antarklub peserta, kehadiran Klub Smantu Pro Manado turut mencuri perhatian. Klub yang baru berdiri pada 2022 itu dinilai menunjukkan perkembangan signifikan dalam pembinaan atlet usia muda di Sulawesi Utara.
Pelatih Smantu Pro Manado, Andyka Lontoh, S.Pd., mengatakan bahwa sebagian besar pemain yang tampil di Kejurnas merupakan hasil pembinaan internal klub. Para atlet tersebut juga memperkuat tim bola voli SMP Negeri 7 Manado dan SMA Negeri 7 Manado yang dalam beberapa tahun terakhir cukup berprestasi di tingkat daerah.
“Anak-anak yang tampil di Kejurnas ini merupakan hasil pembinaan murni dari klub. Mereka juga menjadi bagian dari tim sekolah yang dalam lima tahun terakhir cukup konsisten berprestasi di Sulawesi Utara,” ujar Andyka.
Perjalanan Smantu Pro menuju tingkat nasional tidak berlangsung instan. Pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Sulawesi Utara kategori U16 tahun 2025, klub tersebut berhasil meraih posisi runner-up. Setahun kemudian, Smantu Pro tampil lebih matang dengan menjuarai Kejurprov U18 Sulut 2026 setelah mengalahkan Klub Mapalus di partai final.
Gelar juara itu mengantarkan Smantu Pro menjadi wakil Sulawesi Utara pada Kejurnas U18 di Jakarta.
Meski langkah tim putri Smantu Pro harus terhenti di fase grup, pengalaman tampil di tingkat nasional dinilai menjadi modal penting bagi para pemain muda tersebut.
Manajer tim Smantu Pro, Jeane Rumouw, S.Pd., menilai keikutsertaan di Kejurnas memberikan banyak pelajaran, terutama dalam memahami atmosfer dan kultur pembinaan bola voli di Pulau Jawa yang dinilai lebih maju.
“Kami melihat langsung bagaimana perkembangan bola voli di Jabodetabek dan Jawa pada umumnya. Pengalaman ini sangat berarti bagi anak-anak maupun bagi kami sebagai pembina,” kata Jeane.
Menurut dia, perbedaan kualitas kompetisi dan intensitas pembinaan menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi tim untuk terus berkembang.

Andyka menambahkan, beberapa pemain Smantu Pro bahkan sempat mendapat perhatian dari sejumlah pelatih yang hadir menyaksikan pertandingan. Hal itu dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan atlet-atlet muda asal Sulawesi Utara.
Ia berharap pengalaman di Kejurnas dapat mendorong semangat para pemain muda di daerah untuk terus meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan daya juang dalam meniti karier di dunia bola voli.
Bagi Smantu Pro Manado, Kejurnas U18 Jakarta bukan sekadar tentang hasil pertandingan, melainkan bagian dari proses pembelajaran menuju pembinaan olahraga yang lebih baik di masa depan.
(Sumber: Ambrosius Loho/Tim)
