MINAHASA – Universitas Negeri Manado (UNIMA) menggelar Sidang Terbuka Senat Wisuda Semester Genap Tahap I Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung Auditorium Maria Walanda Maramis, Kamis (26/3/2026).
Prosesi wisuda dibuka oleh Ketua Senat UNIMA, Prof. Dr. Herry Sumual, M.Si, setelah sebelumnya Sekretaris Senat, Prof. Dr. Beatrix Jetje Podung, M.Kes, membacakan Surat Keputusan Senat Universitas. Selanjutnya, pembacaan Surat Keputusan Rektor disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Mister Gidion Maru, M.Hum.
Dalam kesempatan tersebut, UNIMA mewisuda sebanyak 602 lulusan dari jenjang Sarjana, Magister, hingga Doktor. Para lulusan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mencerminkan luasnya jaringan alumni kampus tersebut.

Rektor UNIMA, Joseph Philip Kambey, mengatakan wisuda menjadi momentum penting yang patut disyukuri setelah para mahasiswa melewati berbagai tantangan akademik.
“Keberhasilan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru yang lebih menantang di dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat,” sebutnya.
Ia menekankan bahwa para lulusan telah dipersiapkan dengan kompetensi yang memadai agar mampu bersaing di tengah dinamika global yang terus berubah, termasuk perkembangan kecerdasan buatan dan ekonomi dunia.
Dalam pesannya, Kambey mengingatkan tiga hal kepada para lulusan, yakni menjadi pembelajar sepanjang hayat, menjunjung tinggi integritas, serta mampu memberikan dampak bagi masyarakat.
Pada kesempatan itu, Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah program studi yang meraih akreditasi unggul, di antaranya Program Studi Bahasa Inggris dan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Ia menambahkan, Program Studi Pendidikan Geografi juga segera menyusul meraih akreditasi serupa.
Selain itu, UNIMA terus melakukan pengembangan institusi, termasuk dengan hadirnya Program Studi Kedokteran yang pada tahun ini akan mulai menerima mahasiswa baru melalui jalur mandiri atau B2P.

Tak hanya itu, UNIMA juga tengah mempersiapkan pembangunan rumah sakit pendidikan di kawasan kampus. Proyek tersebut mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
“Ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di bidang kesehatan, sekaligus memperkuat peran UNIMA dalam pelayanan kepada masyarakat,” kata Kambey.
Sementara itu, pesan dan kesan wisudawan disampaikan oleh Robby Dondokambey yang meraih gelar doktor dengan predikat cum laude. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dan aparatur sipil negara di Kabupaten Minahasa untuk terus meningkatkan kompetensi.
“Ke depan, saya berkomitmen menghadirkan inovasi dan kebijakan strategis yang berdampak langsung pada pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
(Abner)






