MANADO – Upaya percepatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Sulawesi Utara memasuki fase krusial. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Universitas Negeri Manado (Unima) meneguhkan komitmen untuk mempercepat pembukaan Program Studi Kedokteran dan Program Studi Pertanian, menyusul respons cepat Presiden Prabowo Subianto atas permohonan dukungan yang diajukan pemerintah daerah dan perguruan tinggi tersebut.
Respons Presiden yang dinilai cepat menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan tenaga kesehatan dan profesional pertanian di Sulawesi Utara telah masuk dalam agenda strategis nasional. Menindaklanjuti hal tersebut, tim teknis dari Kementerian Kesehatan serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) langsung melakukan kunjungan ke Unima untuk memberikan asistensi komprehensif.
Asistensi meliputi evaluasi kurikulum, kesiapan sumber daya manusia, pemenuhan standar sarana dan prasarana, hingga peninjauan kesiapan institusional sebagai prasyarat pembukaan program studi baru.

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menegaskan bahwa percepatan pembukaan dua program studi tersebut merupakan jawaban atas kebutuhan riil daerah, sekaligus investasi jangka panjang bagi pembangunan Sulawesi Utara.
“Unima memiliki lahan yang luas, kapasitas akademik yang terus berkembang, serta posisi strategis dalam menyiapkan SDM unggul. Pendidikan kedokteran dan pertanian menjadi kunci kemandirian dan kemajuan Sulawesi Utara,” ujar Yulius, di Wisma Negara Manado. Jumat (12/12/2025)
Senada dengan itu, Rektor Unima Dr. Joseph Kambey, SE., Ak., MBA, menyampaikan apresiasi atas dukungan konkret Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Menurut dia, komitmen pemerintah daerah tercermin dari respons cepat sejak tahap awal pengajuan dukungan.
“Ketika tim Unima menghadap Gubernur untuk meminta dukungan, respons langsung diberikan. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah provinsi dalam menopang pembukaan program studi baru,” kata Joseph.
Sebagai tindak lanjut, Unima bergerak cepat menyiapkan langkah-langkah teknis. Rektor Unima menginstruksikan tim internal untuk melakukan peninjauan lapangan dan menetapkan lokasi perkuliahan bagi dua program studi tersebut. Lokasi kelas telah ditentukan dan disiapkan agar memenuhi standar akademik sebelum operasional dimulai.

Langkah ini menegaskan bahwa Unima tidak hanya fokus pada proses administratif dan perizinan, tetapi juga pada kesiapan fisik dan kualitas akademik.
Untuk memperluas akses dan menarik calon mahasiswa berprestasi, Unima bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyiapkan program beasiswa bagi 50 pendaftar pertama pada tahun akademik mendatang. Beasiswa tersebut ditujukan bagi calon mahasiswa Program Studi Kedokteran dan Pertanian.
Selain dukungan beasiswa, pemerintah daerah juga memastikan komitmen pengembangan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran, guna menjamin lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi unggul dan mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Apabila seluruh proses verifikasi dan perizinan berjalan sesuai rencana, Unima menargetkan pembukaan resmi Program Studi Kedokteran dan Pertanian pada tahun depan melalui jalur mandiri. Pembukaan dua program studi ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru bagi Unima sekaligus memperkuat peran Sulawesi Utara dalam mencetak SDM berkualitas di tingkat nasional.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Unima dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, yang sekaligus menjadi momentum pelaporan progres pembukaan dua program studi baru tersebut.
Penandatanganan MoU dihadiri jajaran pimpinan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, para wakil rektor, dekan, kepala lembaga, ketua jurusan, koordinator program studi, serta undangan lainnya. (Abner)






